Posted on Leave a comment

Bahan sebelum dipotong ukuran berapa?

Video ini memberikan penjelasan mendalam mengenai 6 ukuran kertas plano (kertas dalam ukuran besar yang belum dipotong) yang paling sering ditemukan di industri percetakan dan kemasan. Memahami ukuran-ukuran ini sangat penting untuk menekan biaya produksi dan meminimalisir sisa kertas yang terbuang.

Berikut adalah rangkuman isi videonya:

1. Apa itu Kertas Plano?

Plano adalah lembaran kertas utuh dari pabrik sebelum dipotong-potong menjadi ukuran jadi (seperti A4, F4, atau ukuran kotak kemasan). Dalam dunia percetakan, pemilihan ukuran plano yang tepat menentukan seberapa banyak “potongan” yang bisa didapat dari satu lembar besar tersebut.

2. Enam Ukuran Plano yang Paling Umum

Video tersebut menjabarkan enam ukuran standar yang biasanya tersedia di gudang atau supplier kertas:

  • 61 x 86 cm: Ukuran yang cukup umum untuk kertas jenis BC (Brief Card) atau beberapa jenis kertas kartu.
  • 65 x 90 cm: Sering digunakan untuk kertas jenis HVS atau Art Paper.
  • 65 x 100 cm: Salah satu ukuran paling populer karena fleksibel untuk dipotong menjadi berbagai ukuran brosur atau kotak kemasan kecil.
  • 79 x 109 cm: Ukuran yang sangat besar, biasanya digunakan untuk kertas duplek, ivory, atau kertas kemasan (karton) agar bisa memuat banyak pola kotak dalam satu lembar.
  • 90 x 120 cm: Ukuran khusus yang sering ditemukan pada kertas Kraft atau bahan yang lebih tebal untuk kebutuhan kemasan industri.
  • 75 x 100 cm: Ukuran alternatif yang juga sering tersedia untuk jenis kertas tertentu seperti ivory di beberapa supplier.

3. Mengapa Ukuran Ini Penting?

  • Efisiensi Biaya: Jika Anda salah memilih ukuran plano, akan banyak kertas sisa yang terbuang (macul), sehingga harga per unit kemasan menjadi lebih mahal.
  • Kapasitas Mesin Cetak: Tidak semua mesin cetak bisa menampung ukuran plano penuh. Biasanya kertas plano dipotong menjadi ukuran mesin (setengah plano atau sepertiga plano) sebelum naik cetak.

Kesimpulan untuk Pengusaha

Bagi Anda yang bergerak di bidang kemasan, sangat disarankan untuk selalu menanyakan ketersediaan ukuran plano kepada supplier sebelum menentukan ukuran desain kemasan. Dengan mencocokkan ukuran desain kemasan terhadap ukuran plano yang tersedia, Anda bisa mendapatkan tata letak (layout) yang paling efisien.

Posted on Leave a comment

Udah tahu bedanya kardus dan karton?

Video ini memberikan panduan bagi para pengusaha pemula mengenai berbagai jenis bahan kemasan yang umum digunakan di industri. Berikut adalah rangkuman poin-poin utamanya:

1. Mengenali Tipe Pelanggan

  • Tipe Pemula (Starting): Biasanya masih bingung membedakan jenis bahan (misalnya menyebut karton sebagai kardus) dan seringkali memiliki ekspektasi bahan mewah (seperti hardbox) namun dengan anggaran untuk karton [00:54].
  • Tipe Berpengalaman (Existing): Sudah paham istilah teknis seperti gramasi, namun lebih kritis terhadap ketepatan waktu pengiriman dan kerapihan hasil akhir [01:50].

2. Tiga Jenis Bahan Utama Kemasan

Video ini mengelompokkan bahan kemasan ke dalam tiga kategori besar:

  • Karton (Softbox):
    • Duplek: Sisi dalamnya berwarna abu-abu. Sangat ekonomis dan sering digunakan untuk kotak nasi [03:11].
    • Ivory: Kedua sisinya berwarna putih (halus dan kasar). Warnanya lebih tajam saat dicetak dan termasuk kategori food grade [03:44].
    • Kraft/Cleaner: Berwarna cokelat seperti kertas nasi namun lebih tebal. Biasanya digunakan untuk lunch box dan sering ditambah laminasi agar tahan air [04:10].
  • Kardus (Corrugated Box):
    • Memiliki struktur gelombang (flute). Ada jenis Single Wall (satu gelombang) dan Double Wall (dua gelombang) [04:42].
    • Jenis gelombang yang umum: E-Flute (paling tipis & rapat, bagus untuk cetakan), B-Flute, dan C-Flute (paling tebal) [04:56].
  • Hardbox (Hardboard):
    • Terbuat dari papan abu-abu (board) yang kokoh dan dilapisi kertas lain (linen atau cetakan laminasi) [05:36].
    • Memiliki daya tahan (durability) paling maksimal dan memberikan kesan mewah, sehingga harganya paling tinggi [06:15].

3. Tips Memilih Kemasan

Pemilihan bahan harus disesuaikan dengan rantai distribusi produk Anda [06:44]:

  • Jika produk sering berpindah tangan dan butuh perlindungan benturan tanpa perlu dipajang, kardus adalah pilihan terbaik [07:03].
  • Jika produk perlu dipajang di toko (display) dan mengutamakan estetika atau keindahan, pertimbangkan bahan selain kardus seperti karton ivory atau hardbox [07:09].